Bismillahirrahmanirrahiim..,
Hidup memanglah bak roda yang berputar, terkadang di bawah jualah terkadang di atas. Telah aku rasakan pahit manisnya hidup dalam nyata. Tapi sungguh ini semualah yang membuatku menjadi lebih kuat dan kreatif dalam menjalani peran di pertiwi ini.
4 tahun silam ku putuskan langkah dalam sepertiga jalan untuk merantau dan bekerja. Walau awal alami dilema yang sangat luar biasa. Karena di akhir masa SMA ku daftarkan diri untuk ikut sleksi Beasiswa Bidikmisi ke PTN di Bogor tanpa izin dari keluarga, terutama Ibu. Beliau, amat sangat menginginkan aku untuk turuti kehendaknya, "bekerjalah dahulu, tak apa walau hanya 1 tahun", ujarnya. Sebuah masukan sekaligus cambuk bagiku yang masih ingin merasakan nikmatnya kursi pelajar/bangku sekolah.
Tapi memang inilah aku, yang masih keras dengan keyakinanku, bahwa akan sukses di pertiwi ini dengan menyandang gelar sarjana Biologi di pundakku, tetaplah ku daftarkan diri ke bagian BK walau tanpa seizin mereka, kedua orang tuaku. Disitulah kurasakan rasanya mencari rupiah demi rupiah untuk cukupi biaya pendaftaran yang hanya akan cukup sebenarnya dengan ku sisihkan 5-7 hari dari uang jajanku. Tapi tak ku lakukan hal itu, karena cukup tertantang juga diri ini dengan cambuk dari ibuku tempo hari, "apa sulitnya sih cari uang, aku kan berpendidikan". simple pikir ku.
Benar saja aku mampu, tapi butuh hampir 1/2 bualan lamanya untuk aku pulang petang, karena harus lakukan ini sepulang sekolah hingga maghrib tiba. So.... mulai terbuka lah pikirku untuk mempertimbangkan. Ini sebuah jalan untuk awal hidupku yang nanti akan temui waktu kedewasaan, dimana bukanlah lagi saatnya meminta tapi bagaimana aku dapat memberi. Tapi pikir itu hanya sekilas saja, karena memang sudah tekad mungkin atau hanya mengikuti alur yang melekat saja bahwa "setelah lulus SMA ya kuliah". Maka tetap kuteruskan niat itu.
Setelah kurang lebih sebulan lamanya, sesuai jadwal yang telah di sampaikan oleh BK di sekolah. Tibalah waktu dimana hasil daripada sleksi Bidikmisi itu di umumkan. Bergegas aku izin dan pamit ibu untuk ke warnet, nongkrongin lah bahasanya di depan PC, he... saking semangat dan penasarannya. Ku masukan Web Address nya, juga kode demi kode.... al hasil.. GAGAL, aduuhhhhh lemas rasanya, serasa tak mampu untuk berdiri. Langsung ku berdiri walau harus dengan beratnya menahan kekecewaan, ku arahkan langkah kaki, kutujukan ke pintu untuk pulang..., "Tunggu a...!", panggil keponakan padaku, yang memang sengaja ku ajak ia untuk temani sekaligus saksi keberhasilanku melihat hasil pendaftaran itu, tapi apalah daya...., mendengar panggilan itu, sontak ku berbalik karena pikirku apa aku salah memasukan kode/kata kuncinya ya... maka pengumuman yang keluar bukan atas namaku, karena aku berdiri dan pergi ke arah pintu dengan meninggalkan keponakan ku dengan kondisi PC tetap menyala, "Apa..?" jawabku dengan penuh harap... "Bayar", ujarnya polos... hadeeeehhhhh....!
Sesampainya di rumah langsung ku salami ibu yang tengah menyiapkan makan siang, "Bu.., maaf, aku gagal di seleksi bidikmisinya...!", sambil ku peluk ibu.... tapi singkat jawabnya, "Alhamdulillah". "Loh ko gitu bu....?" selanjutnya ku dengarkan panjang ceramah ibu....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar